Harga emas dunia, terkoreksi naik setelah ketua the Fed Jerome Powell berpidato pada symposium Jackson Hole di Kansas pada hari Jumat…
Pelemahan US Dollar Berdampak Pada Harga Emas
Diperbarui • 2019-11-11
Hari jumat minggu lalu, para investor trader pasar forex banyak dikejutkan dengan data ekonomi Amerika Serikat dari sector tenaga kerja yang cukup baik tetapi pelemahan mata uang US Dollar terlihat sangat signifikan. Data NFP dirilis 263K dan tingkat pengangguran kembali turun kelevel terendah selama 50 tahun terakhir yaitu 3,6%, sedangkan data sebelumnya terlihat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat cenderung tumbuh sebesar 3,2% dan ini tentunya lebih tinggi dari hasil survey yang hanya diprediksi 2,2%.
Jika dilihat dari seluruh data ekonomi Amerika Serikat akhir akhir ini, tentunya ekonomi Amerika terlihat sangat kuat dengan sector tenaga kerja yag cukup solid sehingga The Fed minggu lalu memutuskan untuk tetap minggalkan suku bunga acuan 2,5% tanpa adanya pertimbangan untuk memotong suku bunga untuk tahun ini, bahkan para pengamat ekonomi memprediksi bahwa The Fed telah meletakan keputusan untuk menaikan suku bunga diatas meja nya, disaat laju tingkat inflasi nya mulai terlihat meningkat. Keadaan ini tentunya membuat para pelaku pasar membeli mata uang dollar dan membanting pasar saham Amerika Serikat.
Keadaan ini tentunya tidak disukai oleh administrasi Trump dan dihari yang sama, pada jumat kemarin, terlihat mulai dari Staff Khusus Presiden Larry Kudlow , Menteri Keuangan Steven Mnuchin bahkan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence memberikan komentar atas kebijakan moneter The Fed yang tidak berpihak kepada pasar ekuitas dengan menurunkan suku bunga.
Intervensi verbal administrasi Trump pada hari jumat tersebut, cukup membuat indeks saham Dow Jones kembali naik, karena secara umum pendapatan perusahaan Amerika Serikat diawal tahun 2019 terlihat membaik dan tidak ada alasan bagi para pelaku pasar untuk menjual saham Dow Jones secara berkelanjutan , selain alasan The Fed tidak merubah suku bunga acuannya.
Keadaan ini diperparah tentunya dengan ancaman Presiden Trump terhadap kesepakatan atas perang dagang Amerika – China, yang menurut Trump, bahwa pihak China sengaja mengulur waktu dalam bernegoisasi sehingga Trump mengancam akan memberlakukan kenaikan tariff lanjutan 25% senilai $325 milliar. Keadaan ini tentunya akan membuat para pelaku pasar kembali berada dalam ketidakpastian.
Pelemahan mata uang US Dollar pada hari jumat kemarin tentunya manfaatkan oleh pair XAUUSD untuk kembali menguat sampai harga $1282 dari $1268/ troyounce. Harga emas akan meneruskan kenaikannya sampai ke harga $1313, jika administrasi Trump masih melakukan intervensi atas kebijakan The Fed dan ketidakpastian terhadap kesepakatan dagang Amerika – China semakin tidak menentu, dengan alternative koreksi sampai ke $1257/ troyounce.
Gold Timeframe Daily
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan jam bahkan menit, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam waktu yang lebih panjang.
Menyerupai
Presiden Amerika Serikat Joe Biden kemarin mengumumkan bahwa pekerja federal diharuskan menggunakan masker didalam ruangan dan menunjukan status vaksin…
Notulen rapat The Fed pada tanggal 15-16 Juni, dirilis dini hari dengan nada yang terlihat tidak terlalu hawkish…
Berita terbaru
Yen Jepang gagal memikat para investor pada perdagangan Selasa (02/04/2024) meski ada peluang atas kemungkinan intervensi dan..Sentimen penghindaran risiko masih berpotensi memberikan kekuatan pada safe-haven
XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa
Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen.