Western Texas Intermediate (WTI) menguat dari penurunan kemarin dan saat ini diperdagangkan di sekitar level 78,15 pada hari Kamis (29/02/2024). XTIUSD mencoba pulih dan..Sementara OPEC+ yang mempertimbangkan
Perjanjian BREXIT Menemui Titik Terang
Diperbarui • 2019-11-11
Tadi malam pejabat Inggris dan pejabat Uni Eropa, sepertinya telah bersepakat untuk memperlunak perjanjian keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Dan ini merupakan titik terang setelah Referendum Rakyat Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa pada tahun 2016, dan peristiwa tersebut lebih dikenal dengan British Exit atau Brexit. Sejak keputusan Brexit ditetapkan maka David Cameron yang sedang menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris, mengundurkan diri dan diganti dengan Theresa May.
Perdana Menteri wanita yang meneruskan perkerjaan Davis Cameron sebagai perdana menteri ini, tentunya banyak mendapat tekanan dari golongan Pro- Brexit yang menang referendum saat itu, karena tidak adanya legalitas dari rakyat Inggris bagi Theresa May untuk bernegoisasi dengan Uni Eropa. Dalam pemilihan umum yang dilakukan di Inggris, Theresa May harus berkoalisi dengan partai pendukung termasuk dari Irlandia, agar dia dapat terus menjadi Perdana Menteri Inggris. Koalisi pemerintahan berhasil dan membawa Theresa May menjadi perdana menteri wanita ke dua setelah Margaret Thatcher, wanita bertangan besi.
Ternyata perjanjian untuk keluarnya Inggris dari Uni Eropa sangat berliku, dimana Theresa May, banyak melakukan manuver politik guna menghindari kerusakan ekonomi Inggris dan lepasnya Irlandia dari negara ratu Elizabeth tersebut. Masalah denda dan perbatasan serta kepabeaan di Irlandia, menjadi issue yang sepertinya menjadi jalan buntu bagi London – Brussels. Theresa May mendapatkan hantaman dari kabinet nya sendiri serta parlemen dan bahkan dukungan dari Irlandia, guna menghentikan jalan berliku yang ditempuh perdana menteri ini.
Berita akan terjadi kebuntuan perjanjian Brexit telah membuat para Investor takut, bahwa negara nomor 5 terbesar di dunia ini akan hancur dan akan berimbas kepada keuangan global. Ternyata tadi malam terdapat suatu scenario, dimana Uni Eropa menyetujui adanya kesepakatan untuk memberlakukan pabean Irlandia diberlakukan sama seperti sebelum terjadi referendum.
Keadaan ini merupakan titik terang dimana dapat membawa pair GBPUSD naik ke level 1.13060 an jika parlemen Inggris menyetujui kesepakatan yang telah di negoisasi oleh Perdana Menteri May selama 1 tahun terakhir, walaupun kecil tetapi peluang ditolaknya proposal ini masih tetap ada dan dapat menurunkan pair GBPUSD kembali kelevel 1.2910 an bahkan lebih dalam.
Menyerupai
Harga minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) masih dalam jalur melanjutkan kenaikan untuk hari ke tujuh secara beruntun, pada Rabu (14/02/2024). Menurut laporan pasar minyak bulanan OPEC, ada kekhawatiran mengenai kepatuhan kelompok ini terhadap pemangkasan produksi
Pasar saham Asia melemah pada perdagangan Selasa (30/01/2024), terseret oleh kasus likuidasi perusahaan raksasa properti China..Kegelisahan investor terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah mengendalikan sentimen risiko.
Berita terbaru
Yen Jepang gagal memikat para investor pada perdagangan Selasa (02/04/2024) meski ada peluang atas kemungkinan intervensi dan..Sentimen penghindaran risiko masih berpotensi memberikan kekuatan pada safe-haven
XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa
Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen.