Kegagalan Perjanjian Fase Pertama Amerika-China Menguatkan USDJPY
Kesepakatan dagang fase pertama antara Amerika Serikat dan China terancam gagal, sehingga dapat menguatkan mata uang US Dollar, sehingga berdampak pada kenaikan pair USDJPY kedepannya.
Pemerintah China sepakat akan menjalankan perjanjian dagang fase pertama pada awal tahun 2020 sebelum pandemic covid-19 menyebar keseluruh negara di dunia. Didalam kesepkatan tersebut, Pemerintah China berjanji akan membeli barang dan jasa dari Amerika Serikat senilai $200 milliar dalam 2 tahun kedepan.
Sampai saat ini China baru memenuhi 73% dari kewajiban selama 4 bulan pertama di tahun ini dari nilai total $64,5 milliar, sedangkan pada tahun 2020, pembelian oleh China turun 40%. Keadaan ini tentunya akan menjadi batu sandungan bagi kesepakatan fase berikutnya yang rencananya akan dievaluasi pada bulan Agustus tahun ini, tetapi pertemuan tersebut ditunda.
Disisi lain Preside Joe Biden memerintahkan peninjauan ulang kepada intelegen untuk lebih dekat meneliti akan kasus virus covid-19 dari Wuhan China. Ada 2 skenario yang mungkin terjadi, antara lain dari hewan yang terkena virus menulari manusia atau ada kebocoran virus dari laboratorium di Wuhan.
Sikap Presiden Biden tentunya akan mengundang konflik Amerika – China kembali memanas, dan akan berdampak pada kegagalan kesepakatan dagang fase berikutnya. Keadaan ini akan menguat terhadap semua mata uang dunia terutama mata uang Yen Jepang.
Efek Terhadap Pasar
Penguatan mata uang US Dollar akan terlihat saat konflik dagang Amerika – China kembali memanas, sehingga akan membuat pair USDJPY cenderung naik.
Ekspektasi Pasar
Diprediksi pair USDJPY bergerak dalam range 108.74 – 109.62
Trading Plan :
Buy Limit 108.31 – 108.74 dengan target 109.62 – 110.14
Stoploss 107.40
Grafik USDJPY timeframe D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan jam bahkan menit, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang.