Pasar saham Asia sebagian besar bergerak naik sedikit pada perdagangan Rabu (13/03/2024), karena saham-saham teknologi utama mengikuti kenaikan Wall Street
Tekanan Bearish AUDUSD Masih Berlanjut
Diperbarui • 2020-12-14
Sejak perdagangan pekan lalu nilai tukar mata uang AUDUSD masih berada dalam tekanan turun yang cukup kuat.
Mata uang negeri kanggruru tersebut masih bergerak melemah nilai tukarnya terhadap mata uang US Dollar, faktor internal ekonomi dari negeri Australia berperan besar terhadap melemahnya mata uang Australia Dollar dimana bank sentral Australia RBA pada pekan lalu mengambil sikap yang cenderung dovish, Philip Lowe Gubernur RBA menyatakan kemungkinan besar RBA akan melakukan pemangkasan tingkat suku bunga kembali pada pertemuan bulan berikutnya.
Disamping itu penguatan yang terjadi pada index mata uang US Dollar juga menjadi salah satu penyebab melemahnya berbagai mata uang di dunia termasuk mata uang Australia, masih belum jelasnya keputusan dari pembahasan stimulus covid 19 di Amerika menjadikan index USD kembali menguat. Dengan adanya beberapa kondisi tersebut akhirnya menjadikan pasangan mata uang AUDUSD kembali melemah pada perdagangan di awal pekan ini.
Analisa Teknikal
Secara teknikal pasangan mata uang AUDUSD masih berada dalam fase turun yang signifikan, hal ini didukung oleh beberapa indikator berikut ini:
- Titik indikator parabolic SAR telah berada di atas candle daily
- Indikator stokastik masih cross ke bawah
- Histogram indikator MACD telah menembus ke bawah garis signal line
- Beberapa indikasi tersebut memberi signal luat bagi pair AUDUSD untuk kembali turun pada perdagangan pekan ini.
Indikasi: Bearish
AUDUSD Memiliki peluang turun ke level support selanjutnya di harga 0.70250 sampai dengan 0.69650
Resisten AUDUSD berada pada level 0.71820 sampai dengan 0.72450
Grafik AUDUSD Timeframe Daily
Note: Harap berhati-hati dalam bertransaksi, harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari perubahan fundamental ekonomi dan kondisi geopilitik dunia, gunakan money management yang baik, overlot dan overtrade merupakan penyebab tingginya resiko dalam bertransaksi.
Menyerupai
Pasar saham Asia sebagian besar terkoreksi pada perdagangan Jumat (01/03/2024), kecuali indeks Nikkei Jepang menuju rekor tinggi, didukung oleh penguatan di Wall Street.. Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi
Pasar saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis (22/02/2024), mengikuti sinyal positif dari Nvidia, saham favorit AI, Risalah pertemuan Federal Reserve (FOMC minutes) pada bulan Januari menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan khawatir terhadap risiko
Berita terbaru
Yen Jepang gagal memikat para investor pada perdagangan Selasa (02/04/2024) meski ada peluang atas kemungkinan intervensi dan..Sentimen penghindaran risiko masih berpotensi memberikan kekuatan pada safe-haven
XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa
Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen.